Rabu, 05 September 2007
Pemahamanku Tentang Qadha dan Qadar
Ilmu dan Kecendrungan Manusia
APA-APA YANG TERPENTING DALAM ILMU
Ilmu itu sendiri berpengertian apa???
Kalau dalam islam, ilmu itu berasal dari sumber yang haq benarnya, yaitu wahyu. Apabila dia bersumber dari hasil penelitian manusia yang berasal dari hipotesa. Maka, kesimpulan ini tetap terbuka peluang untuk diuji. Lain hal nya dengan wahyu, maka yang paling mungkin untuk didiskusikan adalah interprestasi dari penafsiran wahyu tersebut. Interprestasi ini menyangkut kepada metodologi yang dipakai untuk menarik pelajaran dari wahyu yang dipelajari/yang akan difahami atau tafsirkan. Dari sisi ini, untuk mengetahui kevalidan sebuah tafsir. Maka tidak terlepas dari faktor-faktor sebagai berikut :
Tetapnya peneliti dalam batasan ilmiah yang telah disepakati.
Ketelitian dan pemahaman hakikat –dalam pengertian manusia- terhadap suatu perkara yang sedang atau telah diketahui.
Mengakui hukum keterbatasan yang dimiliki oleh manusia, dalam hal mengetahui hakikat pekara yang diteliti, memasukkan faktor-faktor yang terkait dengan perkara yang sedang diteliti, keterbatasan yang dimaksud termasuk kedalam keterbatasan peneliti dalam memandang masalah yang diteliti.
adanya sifat kelalaian yang ada pada manusia, sehingga kesimpulan yang dibangun untuk sebuah perkara itu tereduksi baik dari segi makna, arti, isi dan maksud dari penulis itu sendiri.
kemampuan manusia dalam menjelaskan makna yang telah difahaminya itu kedalam bahasa yang dapat pula difahami maknanya oleh manusia lain.
penyimpangan terjadi karena ketidak samaan metodologi, tabiat manusia yang berasal dari akumulasi lingkungan dan pola pikir yang sudah terbiasa dia lakukan, belum samanya pemahaman yang dimiliki antara peneliti dengan orang yang membaca hasil penelitiannya tersebut.
Pada saat anda merenungi sesuatu, maka pola anda mengajukan pertanyaan dan menghadir kan jawaban sangat tergantung dari hasil akumulasi kegiatan keilmuan anda diwaktu sebelum pertanyaan itu hadir. Anggaplah anda sering membaca buku. Maka yang terjadi adalah
- Tidak memahami.
- Mengerti tapi tidak sepakat
- Mengerti dan menyepakati/membenarkan
- Mengerti dan menajamkan lagi argument-argument dari penulis buku tersebut.
- Anda tidak mengerti secara menyeluruh isi dari buku tersebut.
- Menjadikan dia sebagai pedoman dalam beraktivitas kesehariannya.
- Meyakini kebenarannya.
bersambung